PAPUA BARAT DAYA - JOURNAL PAPUA. Aktivis Senior Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Vinsen Kocu, mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di daerah, termasuk di Kabupaten Sorong Selatan. Menurutnya, pergantian pengurus harus menjadi momentum pembaruan tata kelola olahraga, bukan sekadar perubahan struktur organisasi.
Vinsen mengingatkan bahwa dalam beberapa periode sebelumnya, pengelolaan olahraga daerah cenderung berjalan tanpa arah yang jelas. Minimnya kejuaraan berkelanjutan, lemahnya pembinaan atlet, serta kurangnya komunikasi antara KONI dan cabang olahraga menjadi indikator stagnasi yang dirasakan langsung oleh para pelaku olahraga.
Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat langkah strategis dan terukur dari kepengurusan baru KONI untuk keluar dari kondisi tersebut. Karena itu, evaluasi internal yang terbuka dinilai penting agar publik dapat menilai sejauh mana kepengurusan baru benar-benar membawa perubahan substantif dalam pembinaan olahraga. Ia juga menekankan bahwa KONI merupakan lembaga yang dibiayai dari dana publik, sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas tidak dapat ditawar.
Program kerja, pembinaan atlet, serta tata kelola organisasi, kata Vinsen, harus disampaikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Vinsen mendorong pemerintah daerah agar menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan secara aktif terhadap KONI.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, ia menegaskan bahwa pengelolaan olahraga menuntut profesionalisme, partisipasi, dan keberlanjutan. “Tanpa evaluasi yang jujur dan menyeluruh, stagnasi hanya akan berulang dan merugikan atlet serta masa depan olahraga daerah,” ujarnya. Teminabuan 22 Januari 2026
Watawan: Onim
Editor : Jmy


