PAPUA BARAT- JOURNAL PAPUA.Dalam sebuah narasi yang indah menuju kepada bupati Manokwari selatan Bernard Mandacan, Dengan kata yang mempunyai makna yang indah didalam program Sapa Papua.
Bupat yang didampingi Wakil Bupati Mesak Inyomusi serta, Plt. Sekda Mansel, Adolop Kawei, Berbicara, 20 Februari 2026 Genap satu tahun menjabat, Ini visi - misi serta janji politik membangun Mansell lebih baik kedepan dan berharap serta mendorong dan mengajak generasi muda menjadikan kejujuran dan integritas sebagai pijakan utama kehidupan akademik maupun sosial untuk bangsa dan negara.
"Seorang pemimpin sudah seyogyanya menunaikan tugas dan amanah yang diembannya semaksimal mungkin. Penegasan itu diungkapkan Bupati Manokwari selatan Bernard Mandacan di ruangan kantornya Selasa 10 Februari 2026.
Dalam suara bicang- bicang Bupati Bernad Mandacan sejak dilantik di Jakarta, fokus utama pasangan ini adalah meletakkan dasar pembangunan yang inklusif, di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Demikian Hal ini Dalam kurun waktu hampir setahun, menurut Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, terdapat beberapa capaian yang merupakan perwujudan dari visi misi keduanya." Ucap Bernad
Yang pertama dan paling penting menurut Bupati Mandacan adalah bagaimana pemerintah berhasil menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama di Mansel.
Melalui pendekatan kultural dan dialog berkelanjutan dengan tokoh adat, nilai-nilai "Beradab" diimplementasikan dalam pelayanan publik yang lebih humanis.
Meski ada beberapa kendala yang dihadapi, khususnya terkait dengan pemangkasan anggaran yng signifikan oleh pemerintah pusat, menyebabkan pembangunan infrastruktur terpaksa mengalami penundaan." Jelas Bernad
Padahal kata Bernad, pembangunan infrastruktur seperti jalan bertujuan untuk menciptakan keadilan aksesibilitas di semua distrik.
Di sisi lain, sektor pertanian dan perkebunan terus didorong agar masyarakat Mansel mampu berdiri di atas kaki sendiri (Mandiri). Khususnya perkebunan kakao yang merupakan komiditi andalan daerah itu. .
"Kami tidak bekerja sendiri. Satu tahun ini adalah momentum untuk menyatukan gerak langkah seluruh OPD, tokoh masyarakat, dan pemuda. Kita ingin Mansel bukan sekadar nama, tapi sebuah rumah yang nyaman dan sejahtera bagi semua orang yang mendiaminya," ujar Bupati Bernard.
Bupati Mandacan juga menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi roh dalam masa kepemimpinan mereka. Penataan birokrasi yang lebih efisien dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak lagi berbelit-belit.
Meski menunjukkan tren positif, perjalanan menuju "Mansel Emas" tentu tidak tanpa hambatan. Masalah klasik seperti optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penguatan sektor pendidikan di daerah terpencil masih menjadi tantangan yang akan terus disempurnakan pada tahun kedua mendatang.
Menekankan bahwa kunci dari keberhasilan pembangunan adalah sinergi dan butuh dorongan masyarakat serta kepercayaan publik dan dukungan pemerintah pusat bagaimana masel menjdi daerah maju. Ungkap Bernad Mandacan., "Pungkasnya


