MANSEL-JURNAL PAPUA.Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Bernard Mandacan, menegaskan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi dasar pembangunan di daerah tersebut.
Hal ini disampaikan orang nomor satu di Mansel itu dalam program Sapa Papua beberapa waktu lalu.
Dalam penyampaiannya, Bernard menekankan bahwa keberagaman di Mansel adalah sebuah kekayaan yang harus dijaga, bukan pemecah belah.
Ia menyebutkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan prioritas utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Bupati menyatakan bahwa stabilitas daerah sangat bergantung pada bagaimana masyarakatnya saling menghormati perbedaan.
Menurutnya, tanpa adanya kedamaian dan rasa saling menghargai, program pembangunan fisik maupun pemberdayaan ekonomi tidak akan berjalan maksimal.
"Daerah kita adalah rumah bagi semua golongan. Tugas kita bukan hanya membangun gedung atau jalan, tapi membangun rasa persaudaraan yang kokoh di atas tanah ini. Di Mansel, seluruh suku Nusantara ada, dan itu menjadikan kami di sini beragam," ujar Bupati Bernard.
Untuk mewujudkan prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan telah menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya, memberikan dukungan penuh kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai jembatan dialog antarwarga.
Memastikan bantuan pembangunan rumah ibadah dilakukan secara proporsional dan transparan.
Mengakhiri pernyataannya, Bernard Mandacan yang memimpin bersama Wakil Bupati Mezak Inyomusi, mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari pemuda hingga tokoh adat—untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang dapat memecah belah persatuan, terutama di era digital saat ini.
Ia berharap Manokwari Selatan dapat menjadi laboratorium toleransi di Provinsi Papua Barat, di mana setiap individu merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.


