Papua Barat - Journallpapua.com.Tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) dan Advokat senior Yan Christian Warinussy ungkap terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berganti- ganti Pejabat di Lingkup Polda Papua Barat tersebut tidak mampu melakukan penegakkan hukum terhadap para oknum mafia yang melakukan aktivasi tambang emas ilegal, di seluruh Manokwari.
"Demikian nama- nama yang masuk dalam daftar dan sudah menjadi konsumsi publik, tidak lain Bos SLAMET, mulai dari pemodal sampai mempunyai belasan alat Berat jenis Excavator, pihak Polda Papua Barat tidak ada grakan sedikitpun melakukan penindakan hukum terhadapnya.
Bersama dengan Hi Samsir bos gede mafia PETi, perna masuk dalam daftar pencarian orang DPO di Polresta Manokwari, pihak demikian Polda Papua Barat diduga Bungkam dan adahkan pembiaran terhadap bos mafia yang berkeliaran di SP sampai pada saat ini, Ujar Warinussy.
Bukan hanya dua nama yang masuk daftar, ini adalah penampakan nama- nama para mafia PETI, 1.Bunda ros.2. Bos Eko.3.Bos Mimin.4. Bos bintang. 5. Bos Hj nana.6. Bos Alvian dan 7. Bos Samsul. 8 Bos Adit. 9. Hi Pudin.10, Bos Selamet.
Dari semua Pengusaha tambang mempuyai kedekatan dengan salah satu Oknum APH dari Polda Papua Barat. oknum tersebut tidak lain Inisial D alias Didi. disebut" Diduga ujung tombak, " Kata Warinussy.
Warinussy mengingatkan Kapolda Papua Barat segera bertindak dan buka kembali kasus yang diduga Melibatkan para mafia PETI.dan oknum APH yang justru bekerja sama dengan mafia tambang berkedok pengusaha,
Kecurigaan mengerucut pada dugaan adanya oknum yang menjadi "beking" atau pelindung.
Warinussy secara tegas mendesak Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Alfred Papare, dan seharusnya ini menjadikan atensi segeralah lakukan gladi bersih aktivitas tambang emas ilegal yang masih beraktivitas,
Ketika di konfirmasi kepada Kapolda Papua Barat lewat pesan WhatsApp Terkait Aktivasi tambang Ilegal dan Pernyataan Warinussy, tidak di respon seakan- akan Kapolda Memili diam atau dugaan Bungkam.



