Pernyataan Warinussy Terkait Mutasi Ketua Majelis Jemaat GKI Sanggeng Manokwari.



Papua Barat- Transinews.com.Pemutasian Ketua Majelis Jemaat GKI Sion Sanggeng Manokwari Pdt.B.J.Komegi, S.Th dan pelayan jemaat Pdt.Syane Korwa, S.Th ke Jemaat GKI Viadolorosa Klasis Bintuni ternyata merupakan bagian dari konspirasi jahat dari beberapa oknum Pemimpin Badan Pekerja Klasis (BPK) Manokwari. 

Sebagai Penatua dan Sekertaris Urusan Pelayanan Pembinaan Jemaat (UP2J) GKI Sion Sanggeng, Yan Christian Warinussy mengatakan, kami mendapatkan informasi dalam Rapat Majelis Jemaat Sabtu (18/7). Rupanya ada oknum Pendeta yang memperhitungkan bahwa Pdt.Komegi akan menjadi calon sepadan pada Kontestasi Pemilihan Pimpinan BPK Manokwari di sidang Klasis GKI Manokwari di Jemaat GKI Ahmeta Werubeni Kenari Tinggi pada tahun 2027 mendatang.

Inilah alasan yang menyebabkan bahwa kendatipun Pendeta Komegi sudah dipindahkan dari Jemaat GKI Solavide Arfay pada Lingkungan IV ke Jemaat GKI Sion Sanggeng Manokwari di Lingkungan III. Namun karena kelompok "haus kekuasaan" masih merasa belum nyaman. Sehingga kelompok "haus kekuasaan" tersebut memanfaatkan Pimpinan BPK Manokwari untuk "meminta" Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI Di Tanah Papua membuat surat mutasi bagi Pendeta Komegi dari Klasis Manokwari ke Klasis Bintuni. 

Padahal masa kerja Pendeta Komegi belum memenuhi syarat untuk mutasi keluar dari Klasis Manokwari ke Klasis lain. Justru ada beberapa Pendeta lain Orang Non Papua yang sesungguhnya memenuhi syarat untuk mutasi tidak terjadi. Justru seorang anak asli GKI Di Tanah Papua seperti Pendeta Komegi dan istrinya Pendeta Korwa yang harus dijadikan sebagai "tumbal",Ucap Warinussy

seperti dalam Perang Rahwana melawan Rama dalam ceritera budaya Agama Hindu dahulu kala. Sebagai Penatua dan seorang Advokat Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender/HRD) Warinussy mendapatkan informasi bahwa rancangan jahat ini sudah dipersiapkan lama. Karena kelompok "haus kekuasaan" ini berkeinginan kuat untuk menduduki posisi pimpinan BPK Manokwari di Jemaat GKI Ahmeta Werubeni Kenari Tinggi Manokwari tahun 2027 mendatang." Jelasnya

Karena itu saya memberi penyadaran kepada semua Presbiter (Penatua, Syamas, Pendeta, Guru Jemaat dan Guru Injil) serta warga jemaat GKI agar bangun dan bersama mendesak diakhirinya permufakatan jahat tersebut. Berdasarkan bukti yang kami peroleh dapat dipertimbangkan untuk mengambil langkah hukum terhadap hal ini. Sebagai Penatua,.saya juga ingin menggugah para Pemimpin GKI Di Tanah Papua untuk turut menyimak Firman Tuhan di dalam Kitab Amsal dan Kitab Ester yang sedang diwartakan kepada seluruh jemaat GKI Di Tanah Papua 

sepanjang bulan Mei-Juni dan berlanjut di bulan Juli 2026 ini. Ajaran Tuhan untuk mempergunakan Hikmat yang mendorong ketenangan dan keberanian dalam mengatakan kebenaran tanpa rasa takut itu patut menjadi panduan dalam konteks pelayanan GKI Di Tanah Papua. Kami para Penatua dan Syamas dari kalangan awam GKI Di Tanah Papua tentu akan mempergunakan kapasitas sebagai Pemimpin Jemaat untuk mengawasi perjalanan Gereja ini sebagai Rumah Besar Orang Asli Papua dan Non Papua yang bersekutu sebagai persekutuan Sorgawi di Bumi Tanah Papua.Tutup Warinussy. 

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Terima kasih telah berkunjung di portal Berita kami.. Semoga anda senang!!