PAPUA BARAT- JOURNAL PAPUA. Anggota DPD RI asal Papua Barat, Lamek Dowansiba, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kondisi pendidikan di Bumi Cendrawasih. Ia menyebut bahwa saat ini Tanah Papua sedang berada dalam status "Darurat Literasi".
Pernyataan ini didasarkan pada rendahnya indeks minat baca serta ketimpangan akses pendidikan yang masih terjadi di wilayah pelosok.
Menurut Lamek, persoalan literasi bukan sekadar angka statistik, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda Papua.
Ia menyoroti banyaknya anak usia sekolah, terutama di daerah pedalaman dan pesisir, yang belum memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis dengan lancar.
"Kita tidak bisa menutup mata. Jika kita jujur melihat kondisi di lapangan, Papua sedang darurat literasi. Banyak anak-anak kita yang kehilangan hak dasarnya untuk melek aksara karena keterbatasan sarana dan tenaga pengajar," ujar Lamek yang juga adalah Ketua DPD HIPMI Papua Barat, Rabu 28 Januari 2026.
Senator yang dikenal vokal terhadap isu sosial ini memetakan beberapa faktor krusial yang memperburuk kondisi tersebut. Salah satunya adalah distribusi guru yang tidak merata.
Lamek Dowansiba menegaskan bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus) seharusnya menjadi instrumen utama dalam menyelesaikan krisis ini. Ia mendesak pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Tanah Papua untuk segera melakukan intervensi luar biasa.
"Literasi adalah kunci peradaban. Tanpa kemampuan literasi yang baik, sumber daya manusia kita akan sulit bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Saya mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah hingga pegiat literasi, untuk bergerak bersama menyelamatkan generasi Papua," tambahnya.
Lamek juga berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pendidikan di tingkat pusat melalui perannya di DPD RI, guna memastikan program kementerian terkait dapat menjangkau daerah-daerah tersulit di Papua Barat.


