Menjadi Perhatian Khusus Untuk Gubernur PBD Terkait Tapal Batas, Thomas Malak: Diduga Ada Dua Distrik Tidak Menerima Dana Kampung dan Dana Otsus Selama 16 Tahun


Sorong Kota Journal Papua - Intelektual Moi Thomas Malak. Memberikan Perhatian Penting Tentang sengketa Wilayah Tapal Batas Antara Kabupaten Sorong Dan Kabupaten Sorong Selatan serta Kabupaten Tambrauw.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera memfasilitasi penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Sorong dan Tambrauw, khususnya pada wilayah bagian utara Kabupaten Sorong.

"Tapal batas antara Kabupaten Sorong dan Tambrauw ini jauh sebelum Provinsi Papua Barat Daya hadir, masih tetap bermasalah hingga saat ini".

Oleh sebab itu dengan adanya Provinsi Papua Barat Daya, Thomas mengharapkan agar pemerintah daerah selain fokus pada penyelesaian tapal batas antar provinsi PBD dengan Papua Barat, maupun Provinsi Maluku Utara, tetapi Harus memberikan perhatian serius terhadap tapal batas kabupaten yang didalam ada kabupaten tambrauw dan kabupaten Sorong.


“Hari ini, dampak paling nyata dari persoalan tapal batas ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut, yaitu Distrik Mega dan Distrik Selemkai,”

Bayangkan, selama 16 tahun distrik-distrik ini tidak sama sekali merasakan yang namanya dana Otsus, hal ini langsung di uangkap oleh masyarakat di distrik Mega kabupaten Sorong, Jagankan dana desa, dana Otsus selam 16 tahun lebih ini saja menjadi catatan paling buruk di provinsi Papua Barat Daya." Ungkap Thomas

Lebih Jauh Tomas Meguraikan, didua distrik tersebut menjadi korban dan pembiaran oloh kabupaten Sorong yang notabenenya adalah kabupaten terkemuka, hingga saat ini untuk mendapatkan dana kampung dan dana Otsus saja sangat disayangkan, 

akibat belum jelasnya status dan kode wilayah administrasi. Bahkan, warga terpaksa menggunakan alamat KTP dari distrik lain di luar wilayah tempat mereka bermukim.

Perlu ditegaskan bahwa persoalan tapal batas antara Kabupaten Sorong dan Tambrauw ini bukanlah masalah antar provinsi, melainkan persoalan internal di dalam wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Oleh sebab itu, penyelesaiannya seharusnya bisa menjadi prioritas dan tidak berlarut- larut. "Jelas Tomas Kepada Wartawan Journalpapua.com. Jumat 17 Januari 2026

Thomas Malak bagian dari Generasi Muda Moi Abun, sangat mengharapkan perhatian Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD ) agar dapat menyelesaikan terlebih dahulu persoalan-persoalan tapal batas antar ke dua kabupaten ini

Masah persoalan provinsi Papua Barat dan Papua Barat daya, provinsi Maluku Utara dan provinsi PBD bisa diselesaikan, bagaimana dengan kedua kabupaten ini.

kasihan, masyarakat dua Distrik ini menjadi korban, hingga kini belum menikmati hak-hak dasar pemerintahan termasuk dana Otsus dan dana kampung akibat ketidakjelasan status wilayah." Katanya Thomas 

“Untuk itu, saya selaku Generasi Muda Moi Abun meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera memfasilitasi mediasi dan mengambil langkah konkret agar persoalan tapal batas ini dapat diselesaikan"

Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong Perlu di selesaikan Agar Persoalan Pembangunan Daerah dari Provinsi dan Kabupaten Sorong tepat Sasaran dan Terhindar dari Konflik Wilayah Tabal Batas, serta Masyarakat adat pun tidak Menjdi Konflik. 

Intelektual Generasi Muda Moi Thomas Malak Sangat Berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk dapat Mengambil Langkah Sebelum Pembangunan Semakin Berjalan ke depan akan Berdampak Pada Konflik Masyarakat adat Terkait Tabal Batas ini. " tutur Thomas. 

Sorong  17 Januari 2026

Penulis : Onim
Editor; Jmy
Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Terima kasih telah berkunjung di portal Berita kami.. Semoga anda senang!!