Papua Barat- Journalpapu, Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy menyampaikan apresiasi setinggi tingginya dan ucapan selamat atas Terpilihnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (Dewan HAM PBB) pada Kamis (8/1) di New York, USA. Ini adalah sebuah prestasi dari perjuangan yang cukup panjang yaitu selama 20 Tahun Usia Badan HAM PBB tersebut.
Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender/HRD), Warinussy memandang bahwa terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB tentu akan mendapat sorotan dari berbagai kalangan aktivis Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization) serta lembaga keagamaan misalnya Gereja bahkan aktivis HAM di Indonesia dan khususnya Tanah Papua
Demikian papua sebagai wilayah berkonflik yang seringkali dijuluki sebagai "ladang pelanggaran HAM" di Indonesia. Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan mandat utama organisasi dunia tersebut." Ucap Warinussy 11 Januari 2026
"Sebagai diketahui Dewan HAM PBB adalah badan antar pemerintah dalam sistem PBB yang bertanggung jawab menguatkan promosi dan perlindungan HAM di seluruh dunia. Sekaligus menangani situasi pelanggaran HAM serta memberikan rekomendasi atas isu-isu mendesak. Jelasnya
LP3BH Manokwari dalam kapasitas sebagai Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization) yang memfokuskan diri pada Penegakan Hukum serta Advokasi HAM akan senantiasa mengkawal segenap proses perjalanan Dewan HAM PBB serta kedudukan Indonesia sebagai Presidennya selama 1 (satu) tahun Jabatan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tersebut, khusunya dalam menangani segenap isu-isu mendesak mengenai pelanggaran HAM di Indonesia dan Tanah Papua.Pungkasnya


