Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Mamsel Bernard Mandacan Dan Mezak, Berjuang Walau Keterbatas Anggara.


Manokwari selatan- Jornal Papua. Tepat hari ini, 20 Februari 2026, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) memperingati satu tahun masa kepemimpinan pasangan Bupati Bernard Mandacan dan Wakil Bupati Mezak Inyomusi. 

Satu tahun perjalanan ini menjadi potret perjuangan menakhodai daerah di tengah tantangan ekonomi global dan kebijakan efisiensi anggaran nasional yang cukup ketat.

Sejak dilantik, pasangan yang akrab dengan jargon pembangunan inklusif ini dihadapkan pada realitas fiskal yang menantang. 

Namun, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Bernard-Mezak untuk jalan di tempat. 

Keduanya fokus pada penguatan sektor-sektor dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan angka-angka besar di atas kertas. Fokus kita adalah bagaimana anggaran yang ada, sekecil apa pun, harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di kampung-kampung," ujar Bupati Bernard Mandacan ketika tampil dalam program podcast Sapa Papua. 

Selama satu tahun terakhir, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama pemerintah daerah. Termasuk penguatan birokrasi. 

Menurut Bernard, penataan struktur organisasi perangkat daerah (OPD) penting dilakukan, meski struktur lebih ramping namun kaya fungsi. 

"Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski dengan biaya operasional yang terbatas," kata Bernard. 

Bernard yang didampingi Wakil Bupati Mezak Inyomusi, menekankan bahwa kunci melewati masa efisiensi anggaran adalah kolaborasi dan prioritas. Pemerintah daerah terus menjemput bola ke tingkat provinsi maupun pusat untuk mendapatkan dukungan pendanaan infrastruktur strategis.

"Kami sadar ekspektasi masyarakat sangat tinggi. Dengan efisiensi ini, kami harus lebih jeli memilih mana yang mendesak dan mana yang bisa ditunda tanpa mengabaikan kesejahteraan jangka panjang," ungkap Mezak.

Masyarakat Manokwari Selatan pun melihat kepemimpinan ini sebagai masa transisi yang penuh ketenangan. Meski beberapa proyek infrastruktur besar mengalami penyesuaian jadwal akibat pemangkasan anggaran, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tetap terasa lewat program-program pemberdayaan masyarakat adat dan pemuda.

Memasuki tahun kedua, tantangan dipastikan tidak akan berkurang. Namun, dengan sinkronisasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan tokoh masyarakat, Bernard Mandacan dan Mezak Inyomusi optimis dapat membawa Manokwari Selatan keluar dari jerat keterbatasan menuju kemandirian daerah yang lebih solid.
Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Terima kasih telah berkunjung di portal Berita kami.. Semoga anda senang!!