Kabupaten Sorong- Journallpapua.com. Pengakuan salah satu warga di SP3, bahwa ada oknum di Badan Pertanahan Nasional BPN Kabupaten Sorong diduga Mafia tanah dan dugaan melakukan perbuatan pungli.
Diketahui Oknum tersebut berinisial (T) mempunya rekam jejak bahwa banyak yang dibantu terbitkan sertifikat tapi ujung - ujung minta bagian Sertifikat tanah.
Dengan kesalnya supriadi ceritakan bahwa Tanah 5 Hektar miliknya, ajukan permohonan Pembuatan sertifikat dalam program PTSL lewat bantuan Oknum berinisial T waktu itu, hanya 2 Hektar yang Diterbitkan Sertifikat dalam Bidang hampir 40 nama sertifikat.
Dari 5 hektar yang diajukan, hanya 2 hektar yang terbit sertifikat, sisa masih ada 3 hektar. Tapi sadisnya, "dari sisa 3 hektar satu hektar sudah diterbitkan sertifikat atas nama milik orang lain." Kata Supriadi.
Satu 1 hektar sudah hilang bagaimana sisa 2 hektar, apa juga status tanah tersebut sudah di terbit atas nama orang lain atau belum." Jelas supriadi.
"Dalam hal Tersebut supriadi mengatakan saya akan laporkan ke pihak hukum jika satu hektar tanah miliknya tidak di kembalikan,
"Demikian bahwa ini tidak beres, oknum T diduga mengetahui bahwa itu tanah milik saya, bisa- bisanya Di terbitkan atas nama Okto, dan saya tidak tau sama skalii selama berapa tahun."pungkasnya
Ketika dikonfirmasi kepada oknum T pegawai BPN Kabupaten Sorong mengatakan bahwa terkait lahan satu hektar milik supriadi, yang terbit sertifikat atas nama Okto, /Mereka ada pembicaraan diluar Kontes BPN,"Ucap Oknum berinisial T.
T juga membenarkan bahwa supriadi datang minta bantu adakan pengurusan pelepasan dan terbitkan sertifikat, karena beberapa kali pelepasan dan terbitkan sertifikat susa,
itulah saya bantu, sampai terbit sertifikat, tapi menurut oknum T disitu ada Dil - dialn kalau terbit sertifikat punya saya berapa sertifikat,
Lebih ghila pengakuan oknum T Bahwa sertifikat Yang terbit waktu itu hampir 100 sertifikat bukan 40 sertifikat, Jelas Oknum T pegawai BPN Kepada Tim Media di kantor BPN Kabupaten Sorong.
Demikian ketika dikonfirmasi kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional BPN Kabupaten Sorong lewat Whatsapp, saya perlu untuk cek terlebih dahulu, karena saya september 2023 baru di kabsor, "Jelasnya


