PAPUA BARAT- JOURNAL PAPUA. Aktivis Masyarakat adat Ferry onim Suku Kaiso dengan tegas membantah Pernyataan Yang Mengatasnamakan Kepala Suku Besar Imekko Provinsi Papua Barat Daya (PBD)
Perlu Mengaris Bawahi Bahwa Kaiso Nerigo Yahadian Punya Bahasa Beda dan Wilayah adatnya sendiri. Maka jangan Mengklaim Wilayah adat kami. Hargailah Sidang adat Kaiso Tanggal 5 Desember 2025 bahwa Kaiso Nerigo Yahadian Mengurus diri Sendiri Sesuai Sukunya dan Bahanya sesuai Wilayah adatnya." Tegas Onim
Onim Mengingatkan Oleh sebab itu Stop Mengkalim Wilayah adat kami kalau anda Tau adat, maka jangan Kliam Kliam Wilayah adat Suku Lain Tegas Ferry Onim.
Anda Berikan Ijin Perusahan Sawit anda sendiri harus Siapkan Lahan sendiri seperti Wilayah adat anda sendiri sehingga jangan buat Konflik di wilayah adat lain antara Marga dan marga di Wilayah adat itu. " Ucap Onim kepada Wartawan dengan kalimat yang tegas
Oleh sebab itu Onim Berikan Ketegangan Agar Bapak Gubernur Papua Barat Daya tidak serta merta ikut Pernyataan yang di sampaikan Nama Kepala Suku Besar Imekko.
Karena Imekko itu hanya ikatan bukan Suku.
Setiap Wilayah adat dan bahasa itu beda beda, dan Bapak Gubernur tidak tau personal yang terjdi di dalam tubuh internal Ikatan Keluarga Imekko.Dan Kaiso Nerigo Yahadian secara sidang adat Sudah Keluar dari Bingaki Imekko." Jelas Onim
Oleh sebab itu saya Berharap Bapak Gubernur sebagai Pimpinan yang bijak, jangan Menyikapi apa yang di sampaikan itu, karena Konflik Internal hingga saat ini belum selesai, jangan lagi tambah buat Konflik, " Tegas Ferry Onim.
Sorong 29 Januari 2026


