PBD- Journallpapua.com. Masyarakat Forum Imekko Bersatu di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat Daya dengan ini menyatakan sikap dan seruan bersama bahwa dalam waktu dekat kami akan melaksanakan aksi serentak se-Provinsi Papua Barat Daya sebagai bentuk respon atas perluasan lahan kelapa sawit yang diduga telah mencaplok wilayah adat Imekko di luar batas izin perusahaan.
Tuntutan Masyarakat Imekko mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk segera, memanggil perusahaan- perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Imekko.
Membuka secara transparan dokumen konsesi lahan perusahaan, dan meminta Dinas Lingkungan Hidup serta Pertanahan Papua Barat Daya untuk membuka data Hak Guna Usaha (HGU) yang ada di seluruh investasi perusahaan. harusnya ada jamin keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan lahan di Papua Barat Daya.
Disertai tuntutan adanya transparansi investasi perusahaan demi keadilan dan perlindungan hak masyarakat adat.
Sikap tegas masyarakat adat Imekko bersatu dan siap melakukan aksi damai, termasuk menduduki Kantor Gubernur Papua Barat Daya dan semua instansi terkait.
Demikian hal tersebut didalam tuntutan aksi demo damai, tegasnya menolak segala bentuk aktivitas yang merusak hutan dan mengancam kehidupan masyarakat adat.
Masyarakat adat Imikko “juga mengingatkan Kelapa sawit tidak dapat menyelamatkan generasi penerus. Sebaliknya, sawit sedang mengancam dan memusnahkan kearifan lokal yang hidup di hutan kami.“Pohon sagu telah membuktikan bahwa kami bisa hidup hingga hari ini.”
Seruan Bersama tolak sawit dari wilayah adat Imekko, Buka data investasi perusahaan di Papua Barat Daya, Jaga hutan adat demi masa depan anak cucu kita.
(Onim)



